Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Kebenaran Terungkap! Kuasa Hukum Korban Tegaskan Ririn Otak Pembunuhan Paoman Indramayu, Skenario 4 Pelaku Lain Terbukti Fiktif

 


Patrolisidaknews

INDRAMAYU – Babak baru yang menjadi sejarah besar dalam pengungkapan kasus pembunuhan tragis di Paoman, Indramayu, akhirnya pecah pada persidangan yang digelar hari ini, Senin (18/5/2026). Skenario licik yang sempat mengaburkan fakta pembunuhan tersebut runtuh setelah saksi kunci, Priyo, membongkar habis kebenaran di muka sidang.


Kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, dengan tegas menyatakan bahwa hari ini merupakan momen bersejarah di mana kebenaran yang sesungguhnya telah hadir secara benderang.

"Kebenaran hadir hari ini, 18 Mei 2026! Ini adalah sejarah terbongkarnya kasus pembunuhan Paoman. Kesaksian kunci dari Priyo telah membongkar skenario licik pembunuhan ini. 


Otak pembunuhnya adalah Ririn," ujar Heri Reang saat diwawancarai awak media usai persidangan ,Fakta Alat Bukti Hanya Dua Pelaku, Empat Nama Lain Tidak Ada

Dalam keterangannya, Heri Reang meluruskan simpang siur mengenai jumlah pelaku yang terlibat. 


Berdasarkan fakta persidangan dan kesesuaian alat bukti yang sah, nama-nama yang sempat beredar yaitu Hardi, Yoga Joko, Aman, dan Yani dinyatakan sama sekali tidak ada.


Skenario pelibatan empat orang tersebut terbukti fiktif. Fakta hukum murni menetapkan bahwa pelaku dalam tragedi kemanusiaan ini hanya berjumlah dua orang , Ririn Rifanto (sebagai otak/aktor intelektual pembunuhan), Priyo (sebagai pelaku sekaligus saksi kunci).


Bersamaan dengan terkuaknya fakta ini, Heri juga mengonfirmasi perkembangan hukum lain di mana Priyo secara resmi telah mencabut surat kuasa hukumnya dari advokat Toni RM.


Tetap Maju Menembus Perundungan demi Keadilan Perjalanan mengungkap dalang utama kasus ini diakui penuh dengan rintangan, termasuk adanya tekanan dan perundungan (bullying) yang mengarah kepada tim hukum serta keluarga korban.


Namun, hal tersebut tidak menggoyahkan komitmen mereka untuk mencari keadilan.

"Alhamdulillah kebenaran hadir, Terima kasih ya Allah dan terima kasih atas doa semuanya. Walaupun di-buli, kami tetap maju dan tidak akan mundur selangkah pun demi kebenaran," pungkas Heri Reang dengan penuh optimisme.


Dengan terbukanya skenario palsu ini, fokus penegakan hukum kini tertuju penuh pada pertanggungjawaban Ririn sebagai otak di balik pembunuhan keji di Paoman.

Posting Komentar

0 Komentar