Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Undangan Ngopi Berujung Darah, Jari Warga Cibingbin Hampir Putus Ditebas Golok

 



KUNINGAN – Peristiwa berdarah yang memilukan terjadi di Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, di mana seorang pria berinisial AN (25) diduga tega menganiaya rekannya sendiri menggunakan senjata tajam jenis golok. Insiden ini bermula saat korban, Jaja Jamanudin (35), memenuhi undangan pelaku untuk berkunjung ke rumahnya dengan dalih mengajak minum kopi bersama. Namun, suasana yang semula diharapkan hangat justru berubah menjadi mencekam setelah pelaku menyerang korban secara mendadak, Rabu (13/05/2026).


Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, serangan tersebut dilakukan pelaku secara membabi buta sesaat setelah korban memasuki kediamannya. Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, mengonfirmasi bahwa pelaku langsung mengambil sebilah golok dan mengarahkannya ke tubuh korban tanpa alasan yang jelas di awal pertemuan. Kejadian yang berlangsung pada siang hari tersebut sontak membuat geger warga sekitar, mengingat korban dan pelaku sebelumnya dikenal memiliki hubungan pertemanan.


Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka bacok yang sangat serius di beberapa bagian vital, termasuk luka robek di bagian kepala sebelah kiri. Kondisi paling memprihatinkan dialami korban pada jari kelingking tangan kanan dan jempol tangan kiri yang dilaporkan hampir putus akibat menangkis sabetan golok. Dalam kondisi bersimbah darah, korban berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya dievakuasi warga ke Puskesmas Cibeureum.


Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa saat ini tim buser sedang melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang melarikan diri ke arah hutan Desa Cimara pasca-kejadian. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti serta keterangan saksi di lokasi. Polisi juga memberikan imbauan keras agar pelaku segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.


Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono, S.E., M.M., menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik aksi nekat pelaku yang tergolong sadis tersebut. Sementara itu, pihak keluarga korban telah resmi melayangkan laporan kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Kuningan. Kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan memastikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Kuningan tetap terjaga dari segala bentuk tindakan premanisme maupun penganiayaan.

Posting Komentar

0 Komentar