Hot Posts

6/recent/ticker-posts

GIATJA LASGAR, Wajah Baru Pembinaan Kemandirian Lapas Garut: Dari Ketahanan Pangan hingga Produk Ekspor ke Eropa


  Patrolisidaknews

GARUT, 15 Mei 2026 - Lapas Kelas IIA Garut terus menunjukkan transformasi positif melalui program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bertajuk GIATJA LASGAR (Kegiatan Kerja Lapas Garut). Program ini menjadi langkah nyata dalam membangun warga binaan agar memiliki keterampilan, produktivitas, serta kesiapan kembali ke tengah masyarakat dengan kemampuan usaha yang mandiri dan berdaya saing.


Di bawah kepemimpinan Rusdedy, berbagai sektor usaha produktif terus dikembangkan secara terintegrasi di lingkungan lapas. Tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan kedisiplinan, GIATJA LASGAR juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis ketahanan pangan dan kewirausahaan.


Berbagai kegiatan pembinaan yang saat ini berjalan meliputi peternakan sapi, peternakan ayam petelur, peternakan ayam pedaging, peternakan domba, hingga sektor perikanan yang dikelola langsung oleh warga binaan dengan pengawasan petugas pembinaan. 


Dalam sektor perikanan, Lapas Garut juga mengembangkan budidaya ternak ikan lele dan ikan nila sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan serta peningkatan keterampilan budidaya perikanan bagi warga binaan.


Selain sektor pangan, kreativitas warga binaan juga terlihat melalui berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi. Salah satu produk unggulan yang menjadi perhatian adalah pembuatan tirai dari serabut kelapa yang berhasil menembus pasar internasional hingga diekspor ke Eropa. 


Produk tersebut menjadi bukti bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas dan daya saing yang mampu diterima pasar global.


Tak hanya itu, GIATJA LASGAR juga mengembangkan unit usaha produktif lainnya seperti Koperasi Merah Putih, produksi tahu, serta pabrik pembuatan pakan ayam petelur yang seluruh proses pengelolaannya melibatkan warga binaan. 


Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin kerja, dan semangat kewirausahaan.


Kepala Lapas Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan modern yang berorientasi pada produktivitas dan kebermanfaatan sosial.


“Warga binaan harus diberikan kesempatan untuk berkembang dan memiliki keterampilan nyata. Harapannya, setelah bebas nanti mereka dapat mandiri, produktif, serta mampu membuka peluang usaha sendiri di tengah masyarakat,” ujarnya.


Program GIATJA LASGAR kini menjadi salah satu contoh nyata pembinaan berbasis ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan. 


Dengan semangat pembinaan humanis, produktif, dan berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Garut terus membuktikan bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat membangun harapan serta masa depan baru bagi warga binaan.

Posting Komentar

0 Komentar