Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Redam Rivalitas demi Kondusivitas, Polres Kuningan Fasilitasi Mediasi Suporter Persib dan Persija

 



KUNINGAN – Polres Kuningan mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan memfasilitasi mediasi antara pengurus pendukung Persib Bandung (Viking/Bobotoh) dan pengurus pendukung Persija Jakarta (The Jakmania). Pertemuan strategis yang berlangsung di ruang rapat Gedung Tatag Trawang ini merupakan tindak lanjut atas terjadinya gesekan antarsuporter di wilayah Caracas, Cilimus, beberapa waktu lalu. Mediasi ini dihadiri oleh pejabat utama Polres Kuningan, unsur TNI dari Kodim 0615 Kuningan, serta para pimpinan berbagai distrik suporter guna mencari solusi damai atas perselisihan yang terjadi, Selasa (12/05/2026).


Dalam arahannya, Kabag Ops Polres Kuningan, AKP Rasikin, menekankan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan secara mufakat dengan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak. Pihak kepolisian menegaskan bahwa meskipun proses hukum tetap berjalan, prioritas utama saat ini adalah meredam ketegangan agar perselisihan tidak meluas. Senada dengan hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Kuningan membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice apabila kedua belah pihak sepakat untuk menempuh jalan kekeluargaan, terutama terkait penggantian kerugian materil dan biaya pengobatan korban.


Diskusi dalam mediasi tersebut mengungkap bahwa gesekan diduga dipicu oleh adanya elemen suporter dari luar daerah yang kurang terkonsolidasi dengan baik pasca-kegiatan nonton bareng. Perwakilan The Jakmania Kuningan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan barang dan biaya pengobatan korban dengan berkoordinasi bersama pengurus wilayah tetangga. Sementara itu, pihak pendukung Persib Kuningan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta adanya evaluasi mendalam terkait koordinasi massa dari luar Kuningan guna menjaga nama baik daerah.


Sebagai hasil nyata dari pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat menandatangani surat pernyataan bersama yang memuat poin-poin perdamaian dan komitmen menjaga kondusivitas. Mereka menyadari bahwa rivalitas sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan hijau, sementara di luar itu mereka adalah saudara satu tanah air. Para pimpinan suporter juga berjanji untuk membuka forum komunikasi rutin antarkorwil guna mengantisipasi potensi konflik sedini mungkin dan mencegah terjadinya gesekan di tingkat akar rumput di masa mendatang.


Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono, S.E., M.M., menambahkan bahwa salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen untuk tidak mengunggah konten provokatif atau ujaran kebencian di media sosial. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah provokasi digital yang seringkali menjadi pemicu keributan di dunia nyata. Kepolisian berharap komitmen perdamaian ini dapat dipatuhi oleh seluruh anggota komunitas suporter sehingga Kabupaten Kuningan tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan ramah bagi seluruh pecinta sepak bola Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar