Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Investigasi PATROLISIDAKNEWS: Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Baja Ringan pada Proyek Revitalisasi SLB Rahmah Dewi Sumedang Tuai Sorotan

 

PATROLISIDAKNEWS.COM-SUMEDANG – Proyek revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Rahmah Dewi Kabupaten Sumedang yang bersumber dari bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 kini menjadi perhatian publik. Tim Investigasi patrolisidaknews menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material baja ringan yang digunakan dalam pembangunan tersebut.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa Tahun 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp 1.044.875.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan proyek dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SLB Rahmah Dewi Kabupaten Sumedang, dengan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Namun, dalam pengecekan lapangan yang dilakukan Tim Investigasi patrolisidaknews pada Sabtu (09/05/2026), ditemukan dugaan ketidaksesuaian pada material baja ringan yang digunakan. Saat dikonfirmasi langsung kepada pihak yang berada di lapangan, termasuk panitia pelaksana, disebutkan bahwa material baja yang dibeli memiliki ketebalan 0,75 mm dan dibeli dari salah satu toko material, yakni Suhud Jaya.

“Bapak ini beli besi berapa? Ketebalannya 0,75, beli di mana? Di Suhud Jaya,” ungkap salah satu tim investigasi saat meminta penjelasan di lokasi.

Namun, saat dilakukan pengecekan langsung menggunakan alat ukur digital (jangka sorong), hasil pengukuran menunjukkan angka sekitar 0,6 mm. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesesuaian spesifikasi barang yang dibelanjakan dengan realisasi material yang terpasang di lapangan.

Ketika hasil pengukuran tersebut diperlihatkan secara langsung, pihak terkait di lapangan tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Ternyata dicek langsung depan anak-anak, 0,6, beliau tidak bisa berkata apa-apa lagi Pak,” ujar sumber di lapangan.

Lebih lanjut, material baja ringan tersebut diketahui sudah terpasang dan membentuk rangka salah satu ruangan bangunan. Kondisi ini tentu menjadi persoalan tersendiri, sebab apabila harus dilakukan penggantian, maka seluruh rangka yang telah berdiri harus dibongkar kembali.

“Sedangkan baja yang sudah dipasang itu sudah membentuk rangka dari satu ruangannya, sudah dipakai. Kalau pun diganti, pasti harus dibongkar,” lanjut sumber tersebut.

Pada hari Senin (11/05/2026), Tim Investigasi patrolisidaknews kembali mendatangi lokasi proyek dengan tujuan meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Sekolah selaku pihak yang dianggap mengetahui proses pelaksanaan revitalisasi tersebut.

Namun, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil. Pihak sekolah menyampaikan bahwa Kepala Sekolah sedang berangkat ke Bandung dan tidak berada di tempat. Ketika tim meminta nomor kontak Kepala Sekolah untuk keperluan konfirmasi resmi, pihak sekolah kembali menolak memberikan informasi tersebut, meskipun permintaan itu sudah dilakukan untuk kedua kalinya.

Sikap tertutup tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru terkait transparansi pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara. Dalam prinsip pengelolaan dana publik, keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.

Patrolisidaknews menilai bahwa dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur yang mengarah pada kerugian negara.

Apabila benar material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan maupun anggaran yang telah ditetapkan, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum serta mengurangi kualitas dan keamanan bangunan yang diperuntukkan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Sekolah maupun panitia pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

Patrolisidaknews akan terus melakukan penelusuran lanjutan guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan.

Posting Komentar

0 Komentar