
SUMEDANG Patrolisidaknews, Potret buram dunia pendidikan kembali mencuat dari Kabupaten Sumedang. SDN Cupuwangi yang berlokasi di Dusun Babakandago, RT 03/04, Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, hingga kini masih menghadapi persoalan serius terkait kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan.
Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, para siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut justru harus berhadapan dengan kerusakan bangunan. Enam ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan, satu di antaranya sudah rusak parah hingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Tak hanya itu, ruang guru juga mengalami kerusakan, kondisi toilet membutuhkan perhatian, bahkan sekolah dilaporkan tidak memiliki sumber air.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan bangunan tua. Ini menyangkut kelayakan fasilitas pendidikan, kenyamanan proses belajar mengajar, serta keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Pengajuan Sejak 2025, Dijanjikan Terkaver 2026, Tetapi Belum Ada Kepastian
Kepala SDN Cupuwangi, Dedeh Rohaeni, S.Pd., saat memberikan klarifikasi kepada tim Patrolisidaknews membenarkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan permohonan rehabilitasi sejak tahun 2025.
Menurut penjelasannya, pihak sekolah sebelumnya memperoleh tanggapan bahwa pengajuan tersebut akan terkaver pada tahun 2026. Namun, hingga 30 Oktober 2026, realisasi yang diharapkan belum juga terlihat.
Sedang dalam pengajuan dari tahun 2025, tapi sekarang belum ada realisasinya, demikian keterangan Kepala Sekolah Dedeh Rohaeni.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kendala yang menyebabkan rehabilitasi belum terlaksana. Sebab, menurutnya, pihak sekolah telah mengajukan permohonan dan pengajuan tersebut disebut sudah dianggap memenuhi persyaratan untuk mendapatkan rehabilitasi.
Persoalan semakin memprihatinkan ketika Kepala Sekolah mengungkapkan bahwa bantuan rehabilitasi terakhir diterima pada tahun 2009, yakni untuk tiga ruang kelas. Namun, kondisi bangunan yang pernah direhabilitasi itu pun kini dilaporkan sudah banyak mengalami kebocoran.
Artinya, kebutuhan pembenahan infrastruktur sekolah bukan persoalan yang muncul dalam waktu singkat.
Belajar di Perpustakaan, Musim Hujan Menjadi Kekhawatiran
Akibat kondisi bangunan, kegiatan belajar mengajar sementara harus dialihkan ke ruang perpustakaan.
Situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan fasilitas dapat berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan.
Kekhawatiran pihak sekolah semakin besar menjelang musim hujan. Atap yang rusak dan plafon yang berlubang berpotensi memperburuk kondisi bangunan apabila tidak segera ditangani.
Kepala Sekolah berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan merealisasikan rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara layak.
Harapan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan pendidikan.
Konfirmasi Tim: Muncul Pernyataan soal Sedikitnya Kuota dan Isu "Orang Dalam"
Dalam proses penelusuran dan konfirmasi, tim Patrolisidaknews memperoleh jawaban dari pihak terkait yang menyebutkan bahwa jatah atau kuota revitalisasi untuk Kabupaten Sumedang terbatas.
Selain itu, muncul pula ungkapan mengenai tidak adanya "orang dalam" dalam proses mendapatkan bantuan tersebut.
Pernyataan itu menjadi catatan penting bagi redaksi, tetapi perlu digarisbawahi bahwa ungkapan tersebut belum dapat dijadikan bukti adanya praktik pilih kasih, intervensi, ataupun penyimpangan dalam penentuan penerima bantuan.
Justru di sinilah pentingnya keterbukaan informasi.
Jika kuota revitalisasi memang terbatas, masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme penentuan prioritasnya. Apa indikator penilaian sekolah penerima? Bagaimana hasil verifikasi kondisi bangunan? Apakah tingkat kerusakan menjadi pertimbangan utama? Dan bagaimana nasib sekolah yang telah mengajukan sejak tahun sebelumnya?
Jangan sampai keterbatasan kuota hanya menjadi jawaban umum tanpa disertai penjelasan mengenai status dan tindak lanjut setiap pengajuan.
Program revitalisasi pendidikan harus berjalan berdasarkan kebutuhan objektif, tingkat kerusakan, keselamatan warga sekolah, serta mekanisme seleksi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dinas Pendidikan Harus Buka Status Pengajuan SDN Cupuwangi
Patrolisidaknews, memandang perlu adanya penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mengenai sejumlah persoalan berikut:
1. Benarkah pengajuan rehabilitasi SDN Cupuwangi sejak 2025 telah dinyatakan memenuhi persyaratan?
2. Apakah sekolah tersebut benar masuk dalam daftar rencana penanganan atau penerima program tahun 2026?
3. Jika belum terealisasi, apa kendala dan alasan administratif maupun teknisnya?
4. Bagaimana mekanisme penentuan prioritas revitalisasi ketika kuota anggaran terbatas?
5. Apakah kondisi enam ruang kelas, ruang guru, toilet, dan ketiadaan sumber air telah diverifikasi langsung?
6. Kapan langkah penanganan darurat dan rencana rehabilitasi dapat diberikan kepastian?
Pertanyaan tersebut bukan untuk menyudutkan instansi tertentu, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial pers dalam mengawal pelayanan publik.
Jangan Biarkan Sekolah Menunggu Tanpa Kepastian
Pemerintah Kabupaten Sumedang tentu memiliki tantangan dalam membagi anggaran pembangunan di berbagai sektor. Namun, persoalan fasilitas pendidikan yang menyangkut keselamatan siswa dan tenaga pendidik tidak seharusnya dibiarkan tanpa penanganan yang jelas.
Jika rehabilitasi menyeluruh belum memungkinkan karena keterbatasan anggaran, setidaknya harus ada pemeriksaan teknis dan langkah pengamanan sementara.
Jangan menunggu sampai kerusakan semakin parah atau terjadi peristiwa yang tidak diharapkan.
Sebab, anak-anak datang ke sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk mempertaruhkan keselamatan di tengah bangunan yang rusak.
Patrolisidaknews, akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang maupun pihak terkait lainnya.
Kini masyarakat menunggu bukan sekadar jawaban, melainkan kepastian langkah nyata.
Pendidikan bukan hanya soal membangun gedung baru, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak.
Agus agro
0 Komentar