SUMEDANG Patrolisidaknews. Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan dan berhasil menetapkan Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M. (Bunda Bilqis) sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030 secara aklamasi
Musda XI secara resmi dibuka dan diselenggarakan pada Senin, 6 Oktober 2026 bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Acara pembukaan berlangsung semarak dan kental dengan nuansa budaya Sunda, di mana jajaran pengurus kompak memainkan alat musik tradisional angklung di atas panggung sebagai simbol soliditas kader.
Dihadiri Tokoh Penting
Forum tertinggi partai di tingkat kabupaten ini dihadiri oleh sejumlah tokoh krusial, di antaranya:
-Erwan Setiawan (Wakil Gubernur Jawa Barat), yang memberikan pengarahan agar Musda XI menjadi ajang introspeksi, evaluasi, serta memperkuat konsolidasi organisasi demi kemanfaatan masyarakat.
-Daniel Mutaqien Syafiuddin (Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat), yang mengapresiasi tinggi kedewasaan politik serta kualitas kader Golkar Sumedang dalam menyikapi dinamika forum.
Pengurus dari 26 Kecamatan (PK) serta berbagai organisasi sayap partai se-Kabupaten Sumedang.
Pergeseran Dukungan Politik & Pendaftaran
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, peta kekuatan sempat mengalami perubahan yang dinamis. Awalnya, politisi muda Ari Budiman sempat mendeklarasikan kesiapannya maju sejak September 2026.
Namun menjelang Musda, sebanyak 14 Pengurus Kecamatan (PK) yang tergabung dalam "PK Akur" secara resmi mengalihkan dukungan mereka dari Asep Kurnia kepada Bunda Bilqis. Langkah ini disepakati setelah diskusi strategis demi menjaga netralitas Asep Kurnia yang bertahan memimpin jalannya persidangan sebagai Ketua Steering Committee (SC) Musda XI.
Saat pendaftaran resmi dibuka pada Senin, 5 Oktober 2026, Bunda Bilqis mendaftarkan diri dengan memboyong surat dukungan solid dari 26 Pimpinan Kecamatan (PK).
Terpilih Secara Aklamasi dan Target Politik
Berdasarkan aturan panitia pengarah, jika seorang calon mengantongi dukungan sah lebih dari 50 persen plus satu dalam verifikasi faktual, maka ia dapat langsung ditetapkan secara aklamasi. Dukungan sapu bersih dari seluruh PK tersebut memuluskan langkah Anggota Komisi II DPRD Sumedang ini untuk memimpin Golkar Sumedang.
Terpilihnya Bunda Bilqis secara aklamasi dinilai oleh ormas pendiri seperti SOKSI Kabupaten Sumedang sebagai bukti kebulatan tekad dan soliditas internal partai. Di bawah kepemimpinan baru ini, DPD Partai Golkar Sumedang langsung mencanangkan target besar, yakni memenangkan kontestasi politik lokal serta meraih kursi legislatif yang lebih banyak pada Pemilu 2029 mendatang.
Agus agro

0 Komentar