Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Ketua Satgas DPC FRIC Kuningan Soroti Minimnya Pelibatan Organisasi dalam Kegiatan Polres

 


Patrolisidaknews

KUNINGAN — Ketua Satgas DPC Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kabupaten Kuningan, Maman MR, menyampaikan keprihatinannya atas minimnya pelibatan anggota FRIC dalam sejumlah kegiatan di lingkungan Polres Kuningan. Padahal, menurutnya, selama ini FRIC berupaya menunjukkan komitmen dan loyalitas dalam mendukung institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya melalui pemberitaan yang positif, berimbang, dan bertanggung jawab.

Maman menilai, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota mengenai sejauh mana keberadaan FRIC mendapat perhatian dan ruang kemitraan dari Polres Kuningan.

“Terus terang, kami sangat menyayangkan apabila masih ada jarak antara organisasi FRIC dengan Polres Kuningan. Selama ini, anggota kami berupaya menjaga marwah Polri melalui pemberitaan. Namun, ketika ada kegiatan, kami merasa masih jarang dilibatkan,” ujar Maman MR.

Ia mempertanyakan apakah FRIC telah masuk dalam kelompok kerja (Pokja) media Polres Kuningan atau masih terdapat persoalan komunikasi dan koordinasi yang perlu dibenahi bersama.

Menurut Maman, selama ini anggota FRIC kerap dihubungi ketika muncul pemberitaan miring atau persoalan yang berpotensi memengaruhi citra Polri di wilayah Kabupaten Kuningan. Dalam situasi tersebut, anggota FRIC berupaya memberikan pemberitaan yang berimbang serta menyampaikan informasi sesuai fakta agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Namun, ia menyayangkan apabila semangat anggota dalam membantu menjaga citra institusi tidak diimbangi dengan komunikasi dan pelibatan yang baik dalam kegiatan resmi kepolisian.

“Ketika ada persoalan atau berita miring tentang Polri, kami sering dicari dan diajak berkomunikasi. Kami berusaha membantu melalui pemberitaan yang proporsional. Akan tetapi, ketika ada kegiatan resmi, justru anggota FRIC merasa jarang dilibatkan. Hal inilah yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama,” tegasnya.

Maman menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan bertujuan untuk meminta perlakuan istimewa, mengejar penghargaan, ataupun memperebutkan keuntungan materi.

Menurutnya, anggota FRIC menjalankan tugas jurnalistik dan kemitraan dengan berlandaskan komitmen organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk prinsip loyalitas terhadap institusi Polri yang menjadi bagian dari komitmen organisasi.

“Kami bukan ingin dihargai secara berlebihan, apalagi berebut nasi. Kami juga tidak menjadikan uang sebagai tujuan utama dalam pemberitaan. Kami bergerak karena komitmen dan tanggung jawab untuk ikut menjaga marwah Polri. Yang kami harapkan hanya komunikasi, perhatian, dan kemitraan yang berjalan secara baik,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa minimnya pelibatan tersebut dapat memengaruhi semangat anggota yang selama ini aktif memproduksi berita terkait kegiatan kepolisian. Bahkan, menurutnya, muncul sindiran dari rekan-rekan media lain karena pemberitaan anggota FRIC dinilai banyak mengangkat kegiatan Polri, tetapi ketika kegiatan berlangsung, anggota organisasi tersebut justru tidak terlihat dilibatkan.

Meski demikian, Maman berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Ia mengajak seluruh pihak untuk membuka ruang dialog dan memperbaiki koordinasi agar hubungan antara organisasi media dan kepolisian tetap berjalan secara profesional.

Maman juga berharap Polres Kuningan dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelibatan media dalam kegiatan resmi, termasuk kejelasan mengenai keanggotaan dan peran FRIC dalam Pokja media apabila memang terdapat persyaratan atau ketentuan tertentu yang harus dipenuhi.

“Harapan kami sederhana. Jangan sampai anggota yang selama ini bersemangat mendukung pemberitaan Polri justru merasa berjalan sendiri. Kami ingin kemitraan ini dibangun dengan komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan tidak membeda-bedakan organisasi tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa FRIC tetap berkomitmen mendukung Polri melalui pemberitaan yang profesional, kritis, dan bertanggung jawab. Baginya, menjaga marwah institusi bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, melainkan ikut mendorong perbaikan melalui informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Polres Kuningan mengenai keluhan yang disampaikan Ketua Satgas DPC FRIC tersebut. Konfirmasi dari pihak Polres diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pelibatan organisasi media dalam berbagai kegiatan kepolisian.

FRIC berharap kemitraan antara media dan Polri tidak sebatas terjalin ketika muncul persoalan, tetapi juga diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, pelibatan yang jelas, serta kerja sama yang profesional demi pelayanan informasi kepada masyarakat.

Perjelas sumber keluhan Maman

Ringkas pengulangan komitmen FRIC

Seimbangkan kritik dengan hak jawab

Posting Komentar

0 Komentar