Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Knalpot Brong, ETLE Mobile hingga Edukasi Humanis Dikupas Tuntas, Satlantas Kuningan Hadir Jawab Tantangan Lalu Lintas


  Patrolisidaknews

KUNINGAN FRIC, — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi ruang untuk semakin mendekatkan Polantas dengan masyarakat sekaligus memperkuat pesan keselamatan di jalan raya.

Semangat tersebut turut digaungkan Satlantas Polres Kuningan melalui podcast Cikalpedia bertajuk “MENGABDI UNTUK NEGERI: Mengupas Tuntas Tertib Lalu Lintas di Kuningan!”

Dalam perbincangan tersebut, jajaran Satlantas Polres Kuningan membahas secara terbuka berbagai persoalan lalu lintas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari budaya tertib berlalu lintas, penanganan knalpot brong, penerapan ETLE Mobile, hingga pola edukasi masyarakat melalui media sosial.

Podcast tersebut menghadirkan Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon, bersama KBO, Kanit Turjawali serta personel Satlantas yang dikenal masyarakat melalui aktivitas edukasi di media sosial, Aipda Diki.

Pembahasan itu memperlihatkan bahwa tugas Polantas tidak semata-mata berkutat pada penindakan pelanggaran. Di balik aktivitas di jalan raya, terdapat misi yang lebih besar, yakni membangun kesadaran masyarakat agar keselamatan menjadi budaya bersama.

Konsep Polantas Presisi juga menjadi salah satu pembahasan utama. Pendekatan Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Persoalan knalpot brong turut mendapat perhatian. Penertiban dilakukan bukan hanya dengan pendekatan penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi agar masyarakat memahami bahwa penggunaan kendaraan harus tetap memperhatikan ketentuan teknis serta kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Korlantas Polri sendiri menempatkan kepatuhan terhadap ketentuan knalpot sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Di sisi lain, perkembangan teknologi penegakan hukum lalu lintas juga menjadi pembahasan penting. ETLE Mobile memberikan kemampuan kepada petugas untuk mendokumentasikan pelanggaran secara digital dengan jangkauan yang lebih fleksibel. Korlantas Polri menjelaskan bahwa sistem ETLE Mobile memanfaatkan kamera pada perangkat petugas untuk merekam pelanggaran secara elektronik.

Kehadiran teknologi tersebut berjalan beriringan dengan pendekatan humanis. Penegakan aturan tetap diperlukan, namun edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak sekadar takut ditindak, melainkan memahami alasan di balik setiap aturan lalu lintas.

Hal menarik lainnya adalah bagaimana personel Satlantas memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik. Konten edukasi yang dikemas lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi jembatan baru antara polisi dan pengguna jalan.

Melalui pendekatan tersebut, pesan keselamatan tidak hanya disampaikan ketika petugas berada di jalan, tetapi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui ruang digital.

Momentum HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tahun 2026 sendiri mengusung semangat “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, yang sejalan dengan upaya menghadirkan Polantas yang profesional, berintegritas, dan semakin dekat dengan masyarakat. 

Korlantas Polri juga menekankan pentingnya profesionalisme, kompetensi serta kehadiran Polantas di tengah masyarakat.

Dari Kuningan, pesan yang disampaikan sederhana namun sangat fundamental: jalan raya bukan arena untuk mengejar kecepatan, melainkan ruang bersama yang membutuhkan disiplin, kepedulian dan tanggung jawab.

Karena pada akhirnya, tertib lalu lintas bukan hanya tentang menghindari tilang.

Tertib lalu lintas adalah tentang menyelamatkan kehidupan.

Utamakan keselamatan, bukan kecepatan.

Posting Komentar

0 Komentar