SUMEDANG Patrolisidaknews. Sikap komunitas otomotif roda dua dan roda empat di Kabupaten Sumedang terhadap persoalan yang tengah terjadi mulai menjadi perhatian. Meski memilih tidak banyak bersuara di ruang publik, komunitas menegaskan bahwa mereka tetap mengamati dan mencermati setiap perkembangan yang terjadi.
Ketua PR4S (Paguyuban Roda Empat Sumedang), Indra, menyampaikan bahwa sikap diam yang ditunjukkan komunitas bukan berarti tidak peduli. Justru, menurutnya, komunitas sedang mengamati bagaimana pemerintah dan para pemangku kebijakan merespons serta menyikapi persoalan yang berkembang.
Kita diam bukan tidak peduli, kita mengamati bukan tidak tahu. Apa yang terjadi hari ini akan menjadi pembelajaran bagi kami. Cara pemerintah dan pemangku kebijakan menyikapi persoalan hari ini akan menjadi contoh bagi kami dalam membangun sikap dan budaya komunitas ke depannya, ujar Indra.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunitas otomotif tidak ingin sekadar menjadi penonton. Setiap keputusan, respons, dan langkah yang diambil oleh pemerintah maupun pemangku kebijakan dinilai sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial yang akan menjadi pertimbangan komunitas dalam menentukan sikap ke depan.
Sementara itu, H. iik Nurhikmat S, IP, selaku pendiri Paguyuban Roda Empat, saat ditemui awak media turut angkat bicara.
Menurutnya, komunitas tidak bisa dipandang hanya sebagai kelompok yang berkumpul karena memiliki hobi yang sama. Di balik aktivitas komunitas, terdapat prinsip, nilai kebersamaan, serta kemampuan untuk membaca dan menilai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.
Komunitas juga bukan sekadar kumpul, tapi punya prinsip. Karena komunitas juga punya cara untuk menilai dan menentukan sikap, tegas H. Iik.
Ia menilai, dinamika yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum bagi komunitas untuk melihat sejauh mana nilai keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat benar-benar dijalankan oleh para pemangku kebijakan.
Sikap komunitas, menurutnya, tidak harus selalu ditunjukkan melalui aksi atau pernyataan keras. Ada kalanya diam menjadi bentuk pengamatan, sementara sikap akan ditentukan setelah melihat bagaimana sebuah persoalan ditangani dan diselesaikan.
Pesan yang ingin disampaikan komunitas pun cukup jelas: jangan menganggap diam sebagai tanda tidak peduli. Sebab, komunitas sedang melihat, mencermati, dan belajar dari setiap keputusan yang diambil hari ini.
Dan pada akhirnya, cara pemerintah menyikapi persoalan hari ini bisa menjadi cermin bagi komunitas dalam menentukan sikap dan membangun budaya komunitas di masa yang akan datang.
Agus agro


0 Komentar