Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Belajar Menata Hati untuk Meneladani Budi Pekerti Baginda Nabi Muhammad SAW

 


SUMEDANG, Patrolisidaknews
– Ratusan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Riyadussalam, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kedatangan para jamaah disambut lantunan qasidah serta hidangan yang telah disiapkan oleh panitia.

Mengusung semangat “Ngaji Rasa”, kegiatan Maulid Nabi ini tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar menata hati, memperbaiki akhlak, serta meneladani budi pekerti Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Pimpinan Pondok Pesantren Riyadussalam, KH Dedi, yang akrab disapa Sehu, mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang hadir. Menurutnya, kebersamaan dalam majelis ilmu dan majelis shalawat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih religius dan berakhlak.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika sejumlah unsur Muspika Kecamatan Jatinunggal, di antaranya Kapolsek, Danramil, Camat Jatinunggal, serta Kepala Desa Cipeundeuy, turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Menariknya, dalam majelis tersebut tidak terlihat sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, ulama, maupun warga. Semua duduk bersama dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan.

Duduk sama rata, bersimpuh dalam satu majelis, mengingatkan bahwa di hadapan Allah SWT, kemuliaan bukan ditentukan oleh jabatan maupun kedudukan, melainkan oleh ketakwaan dan akhlak.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

 Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.

Pesan keteladanan Rasulullah SAW juga ditegaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan keselamatan di akhirat.

Sementara itu, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

 Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

(HR. Ahmad)

Pesan tersebut menjadi ruh dari kegiatan “Ngaji Rasa”—bahwa memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang meriah dalam acara, tetapi bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, kejujuran, kesabaran, dan sikap saling menghormati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Haji Iik Nurhikmat, S.IP., Ketua Forum Media Sumedang Timur (FMST) yang sekaligus sebagai pengusaha muda di kecamatan Jatinunggal. Kehadirannya menjadi bagian dari kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mengikuti majelis yang penuh dengan nilai keagamaan dan silaturahmi.

Pada akhirnya, “Ngaji Rasa” bukan sekadar membaca dan mendengar, tetapi bagaimana hati ikut belajar. Sebab ilmu yang baik semestinya melahirkan akhlak yang baik, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya tercermin dalam cara kita memperlakukan sesama manusia.

Dari majelis yang sederhana, semoga lahir hati-hati yang lebih lembut, akhlak yang lebih baik, dan persaudaraan yang semakin kuat.

Agus agro

Posting Komentar

0 Komentar