Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Wilayah Kuningan Diterjang Longsor: TPT di Nusaherang dan Darma Ambruk Akibat Cuaca Ekstrem

 



KUNINGAN – Intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kuningan kembali memicu serangkaian bencana alam berupa pergeseran tanah dan longsor di sejumlah titik pada Rabu, 11 Maret 2026. Dua wilayah terdampak cukup parah dilaporkan berada di Kecamatan Nusaherang dan Kecamatan Darma, di mana Struktur Tembok Penahan Tebing (TPT) milik warga abruk setelah tidak mampu menahan beban tanah yang jenuh akibat guyuran hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.


Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si., melalui jajaran Polsek setempat bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat guna memastikan keselamatan warga di titik bencana. Di Desa Nusaherang, Kapolsek Kadugede AKP Wili Rukwili, SM, melaporkan ambruknya TPT setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter yang berlokasi di Dusun Wage. Meski peristiwa ini memastikan kerugian materil sekitar Rp25.000.000, pihak kepolisian tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menimpa area penahanan tanah milik sebuah rumah makan tersebut.


Sementara itu, dampak yang lebih serius terjadi di Dusun Manis, Desa Situsari, Kecamatan Darma, di mana longsoran TPT sepanjang 15 meter menimpa rumah milik Sdr. Enon. Kapolsek Darma, AKP Farikin, SM, menjelaskan bahwa material longsoran setinggi 4 meter tersebut langsung menerjang bagian dapur dan kamar mandi korban. Akibat hantaman material beton dan tanah tersebut, kerugian yang ditaksir mencapai Rp50.000.000, dan petugas telah memasang garis polisi untuk mengantisipasi adanya longsor susulan di area organisasi warga yang padat.


Merespons dua kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono, SE, MM, menegaskan bahwa kepolisian telah berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan untuk langkah penanganan dan evakuasi lebih lanjut. Polres Kuningan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya risiko pergeseran tanah di wilayah perbukitan selama musim penghujan ini berlangsung.

Posting Komentar

0 Komentar