Patrolisidaknews
KUNINGAN — Kondisi memprihatinkan yang dialami Carsid, warga Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, memantik reaksi keras dari Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen(FORMASI), Manap Suharnap. Ia menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus menyesalkan lemahnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan warganya.
“Mendengar kabar ini, kami sangat prihatin dan menyesalkan. Di satu sisi, Pemerintah Kabupaten Kuningan kerap merilis berbagai penghargaan dan prestasi di banyak media. Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi ekonomi memprihatinkan, bahkan tempat tinggalnya jauh dari kata layak,” tegas Manap, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, kasus yang dialami Carsid menjadi potret nyata adanya kesenjangan antara narasi keberhasilan pemerintah dengan realitas di lapangan. Ia menilai, kondisi ini sekaligus memperkuat stigma bahwa Kabupaten Kuningan masih menghadapi persoalan serius terkait kemiskinan ekstrem.
“Ini seolah menjawab kegelisahan publik bahwa Kuningan masih dibayangi predikat daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Sementara itu, para pejabat daerah hidup dalam kondisi sangat layak, bahkan memiliki berbagai usaha, mulai dari salon, rumah makan hingga franchise seperti Alfamart dan usaha lainnya,” ujarnya.
Manap juga menyoroti kondisi para wakil rakyat di DPRD yang dinilainya sudah mapan secara ekonomi, namun belum mampu memperjuangkan secara optimal nasib masyarakat kecil yang mereka wakili.
“Hampir semua anggota DPRD punya usaha, bahkan ada yang bergerak di program MBG. Mereka sudah berkecukupan, ditambah lagi dengan fasilitas tunjangan perumahan yang nilainya mencapai Rp25 juta per bulan, tunjangan transportasi dan lainnya. Tapi ironisnya, masyarakat yang dulu mereka datangi saat pemilu, kini justru hidup terlantar,” kritiknya.
Lebih jauh, ia mempertanyakan fungsi pendamping desa serta lembaga survei yang selama ini merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah yang diklaim tinggi.
“Di mana peran pendamping desa? Di mana akurasi lembaga survei yang menyebut tingkat kepuasan masyarakat Kuningan di atas 60 persen? Fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya,” katanya.
Ia juga menyinggung lokasi kejadian yang berada di Kecamatan Cibingbin, yang belum lama ini menjadi lokasi kunjungan Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kuningan dalam agenda safari Ramadan.
“Ini terjadi di Cibingbin, yang baru saja dikunjungi gubernur dan bupati. Pertanyaannya, apakah pemerintah desa dan kecamatan tidak melaporkan kondisi ini? Atau memang ada yang sengaja ditutup-tutupi?” ujarnya dengan nada kritis.
Manap mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan tidak hanya berhenti pada pencitraan semata. Ia menegaskan bahwa program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) harus benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
“Jangan sampai program hanya menjadi formalitas administrasi. Nyawa warga seperti Carsid ini sedang dipertaruhkan setiap hari. Negara harus hadir, bukan sekadar tampil di panggung seremonial,” pungkasnya.

0 Komentar