Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Jangan Biarkan Konflik Global Memecah Kerukunan: LBI Kuningan Serukan Jaga Nilai Kemanusiaan

 


Patrolisidaknews

KUNINGAN — Memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan aliansi Israel–Amerika Serikat menuai perhatian berbagai kalangan di daerah. Di tengah eskalasi yang terus meningkat, muncul kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat memicu polarisasi berbasis agama di tingkat masyarakat.

Sekretaris DPD Laskar Benteng Indonesia (LBI) Kabupaten Kuningan, Dede Rohendi,(wendy) menegaskan bahwa publik harus mampu membedakan antara konflik politik global dan relasi antar umat beragama.

“Yang kita saksikan hari ini bukanlah perang antara Islam dan Yahudi, melainkan konflik kepentingan politik, kekuasaan, dan pengaruh global yang sering kali dibungkus dengan narasi agama,” ujar Wendy dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, penyederhanaan konflik menjadi isu agama justru berbahaya karena berpotensi memicu kebencian yang tidak berdasar di tengah masyarakat yang selama ini hidup rukun.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat dalam menjaga keberagaman dan toleransi. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial maupun propaganda yang dapat memecah persatuan.

“Yang harus dijaga adalah nilai kemanusiaan dan keadilan. Kita harus menolak segala bentuk penindasan, siapapun pelakunya, tanpa melihat latar belakang agama atau identitasnya,” tegasnya.

Wendy juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini, di mana disinformasi dan framing sepihak kerap memperkeruh situasi.

Lebih lanjut, LBI Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengedepankan empati dan solidaritas kemanusiaan, serta menjaga kondusivitas daerah dari potensi gesekan sosial yang tidak perlu.

“Jangan sampai konflik di luar negeri justru merusak harmoni yang sudah kita bangun di sini. Kuningan harus tetap menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan,” pungkasnya.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, seruan untuk kembali pada nilai universal—kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dinilai menjadi kunci untuk mencegah meluasnya dampak konflik hingga ke ranah sosial masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar