Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Sistem Pengelolaan Sampah TPSA Kuningan Diduga Abaikan Aspek Lingkungan


   Kuningan ( Patrolisidaknews )

    Keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA ) di Desa Ciniru Kec Jalaksana , mulai dikhawatirkan dampak buruknya. Salah seorang warga Idi Tasdi , berpikir kalau air rembesan ( air lindi ) dari tumpukan sampah di TPSA suatu saat nanti akan berakibat pada pencemaran sumber air tanah di pemukiman warga yang lokasi tinggalnya berada di bawah areal TPSA, apalagi kolam Leachet ( Licit )yang berpungsi menampung air sampah ( lindi ) agar tidak mencemari tanah dan air tanah sudah lama tidak berfungsi. Hal ini diduga karena instalasi bangunan dan lokasi buang TPSA dengan sistem Sanitry Landfill pada saat diserahterimakan tidak memenuhi prestasi pekerjaan. Sehingga pengelolaan sampah tidak maksimal dan tidak berjalan sesuai harapan.


    Padahal, pada rencana bangun dan rencana fungsi pada sistem pengelolaan Sanitary Lanfill di TPSA Ciniru yang dibangun pada tahun 2021 , seharusnya kekhawatiran itu tidak akan muncul.

     Ketidak adaan kolam leachet untuk proses penetralisiran air lindi yang dihasilkan sampah ,akan menyebabkan air lindi langsung meresap ke lapisan tanah di bawahnya. Apalagi pada saat musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi maka air lindi yang dihasilkan tidak terkendali. Air lindi meresap menjadi ancaman dikemudian hari , mencemari air tanah ,sumber air di sekitar TPSA dan lingkungan pemukiman warga desa yang berdekatan dengan TPSA .


      TPSA yang rencana waktu layananannya bisa sampai 20 tahun lebih , ternyata hanya berjalan dalam hitungan tahun saja.

     Menurut salah satu pegawai yang bertugas di TPSA , " Ini sangat merepotkan petugas di lokasi buang , karena setiap sampah dari mobil angkutan sampah yang datang , harus di 'gusar-geser ' dengan bechoe ditumpuk dengan sampah lain yang mulai menggunung " begitu jelasnya.




    Dari data yang diperoleh , setiap hari rata-rata sampah yang masuk ke TPSA hampir 200 ton lebih . Hitungan ini dari estimasi kubikasi angkutan kendaraan , bukan dari hasil hitung jembatan timbang di TPSA , hal ini karena sejak dibukapun jembatan timbang tidak pernah digunakan .

     Kepala DLHK Kuningan Usep Sumirat saat akan dikonfirmasi , sedang zoom dan tidak mau diganggu. 

     Sedangkan Sekretaris Dinas DLHK Eva Nurafifah Latief , "Apa yang jadi kekhawatiran warga akan dampak rembesan air lindi , sedang dievaluasi oleh Dinas . Bupati Kuningan , Dian Rahmat Yanuar pun sudah melihat kondisi TPSA ." jelas Eva 

( didi s / trisno )

Posting Komentar

0 Komentar