Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Ibu Anah Menanti Uluran Tangan Dari Pemerintah Sumedang untuk Program Rutilahu

 


SUMEDANG, Patrolisidaknews.com— Program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digembar-gemborkan oleh pemerintah rupanya belum sepenuhnya merata menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Di pelosok Kabupaten Sumedang, masih ditemukan potret buram kemiskinan warga yang terpaksa tinggal di hunian yang sangat jauh dari standar kelayakan dan kesehatan.

Berdasarkan penelusuran dan investigasi tim redaksi Patrolisidaknews di lapangan, sorotan tertuju pada sebuah rumah reyot milik seorang petani perempuan. 

Berdasarkan identitas resmi (KTP), warga tersebut bernama Anah (kelahiran Sumedang, 04-02-1975).


Ia tercatat sebagai warga yang berdomisili di Dusun Nganceng, RT 001 / RW 005, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Dari pantauan langsung di lokasi kejadian, kondisi fisik bangunan rumah yang dihuni Ibu Anah sangat mengiris hati. 

Saat memasuki area dalam rumah, tidak ditemukan lantai keramik atau plesteran semen, melainkan hanya palupuh (lantai yang terbuat dari belahan bambu).

Dinding rumah tersebut sebagian besar masih mengandalkan bilik bambu dan papan kayu yang sudah lapuk dimakan usia.

Menengok ke area dapur, kondisinya tidak kalah memprihatinkan. Dapur terlihat kumuh, gelap, dan sangat minim ventilasi. 

Tempat memasak hanya beralaskan meja kayu seadanya dengan perabotan yang sangat sederhana. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, baik dari sisi keselamatan bangunan maupun kesehatan lingkungan.

Menanggapi temuan ini, Pengamat Pembangunan Daerah, U. Ruhiat, turut angkat bicara dan menyoroti tajam kondisi hunian tersebut. Ia menekankan bahwa kelayakan sebuah rumah sangat berdampak langsung pada kesehatan penghuninya.

"Melihat kondisi rumah Saudari Anah, secara kasat mata itu sudah sangat tidak layak huni. Lantai bambu dan dinding bilik yang rentan lembab, ditambah sirkulasi udara serta pencahayaan dapur yang buruk, sangat berpotensi menjadi sarang penyakit. 

Ruangan yang lembab bisa memicu penyakit infeksi saluran pernapasan dan masalah kesehatan lainnya bagi penghuni," tegas U. Ruhiat kepada awak media.

Lebih lanjut, U. Ruhiat mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan. "Pemerintah Desa setempat harus proaktif mengajukan warganya.

 Dan yang paling penting, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sumedang harus segera turun tangan melakukan assessment ke lokasi. Anggaran Rutilahu harus tepat sasaran untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan seperti Ibu Anah ini," tambahnya.

Sebagai seorang yang sehari-hari hanya mengais rezeki sebagai petani/pekebun dengan penghasilan yang tidak menentu, membangun rumah yang layak hanyalah sebatas angan-angan bagi Ibu Anah. Warga sekitar sangat berharap adanya bantuan nyata berupa program Bedah Rumah atau Rutilahu dari pemerintah.

Catatan Redaksi:

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi belum mendapatkan konfirmasi atau tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Desa Cipeundeuy, Pemerintah Kecamatan Jatinunggal, maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Tim redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai tindak lanjut nasib hunian Ibu Anah.


Penulis/Reporter: Tim Investigasi 

Editor: Redaksi www.patrolisidaknews.com

Posting Komentar

0 Komentar