Dalam pernyataannya, Rahmat Setiawan menegaskan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas peran penting sistem pemasyarakatan dalam membina, membimbing, dan mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Selamat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Semoga semangat reformasi dan inovasi terus membawa kemajuan bagi sistem pemasyarakatan Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan insan pemasyarakatan atas dedikasi, integritas, serta pengabdian yang luar biasa,” ujar Rahmat.
Ia juga menambahkan bahwa transformasi pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pemulihan sosial merupakan langkah strategis dalam menciptakan sistem hukum yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Menurutnya, peran petugas pemasyarakatan sangat krusial dalam menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan pembinaan kemanusiaan. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti FRIC, menjadi penting untuk mendorong terciptanya sistem pemasyarakatan yang semakin maju dan terpercaya.
“Ke depan, kami berharap pemasyarakatan di Indonesia semakin kuat dalam menjalankan fungsi pembinaan, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini diharapkan menjadi penguat semangat bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
(Redaksi patroli sidak)

0 Komentar