Hot Posts

6/recent/ticker-posts

“Main Besi Banci?” Revitalisasi SD Pamoyanan Disorot: Spesifikasi Dipertanyakan, Fakta Lapangan Bicara Lain


SUMEDANG, Patrolisidaknews –
Aroma kejanggalan kembali mencuat dalam proyek pemerintah. Kali ini, proyek Revitalisasi SD Negeri Pamoyanan, Kecamatan Jatigede, dengan nilai fantastis Rp1,66 miliar dari APBN 2026, menjadi sorotan tajam setelah ditemukan dugaan kuat ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan pembesian.

Bukan sekadar asumsi. Fakta di lapangan berbicara.

  Spesifikasi Kertas vs Fakta Lapangan

Dalam dokumen perencanaan, pembesian struktur kolom disebut menggunakan:

- Besi Ø12 mm

- Besi Ø10 mm

- Besi Ø8 mm

Namun hasil investigasi di lokasi menunjukkan hal berbeda:

- Besi yang terpasang diduga hanya berkisar Ø8 mm

- Bahkan ditemukan indikasi penggunaan Ø6 mm (banci)

Pengukuran langsung menggunakan alat menunjukkan angka yang jauh dari standar yang seharusnya. Ini bukan selisih kecil—ini menyangkut inti kekuatan bangunan.

  Pertanyaan Keras: Efisiensi atau Manipulasi?

Jika benar spesifikasi diturunkan, maka muncul pertanyaan serius:

1. Apakah ini bentuk “efisiensi” yang kebablasan?

2. Atau justru dugaan praktik pengurangan volume material demi keuntungan tertentu?

Karena dalam konstruksi, mengurangi diameter besi bukan sekadar pelanggaran teknis—tapi berpotensi mengurangi umur dan kekuatan bangunan secara signifikan.

  Kontradiksi Pernyataan Resmi

Kepala SD Negeri Pamoyanan, H. Cemed, S.Pd., menyatakan:

   Sudah sesuai spek dan RAB.

Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi visual di lapangan yang menunjukkan indikasi kuat ketidaksesuaian.

Di sinilah letak krusialnya: Publik dihadapkan pada dua realitas—dokumen resmi vs fakta fisik.

  Siapa Bertanggung Jawab?

Proyek ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Dalam mekanisme proyek pemerintah, seharusnya ada:

- Pengawasan teknis

- Kontrol kualitas material

- Verifikasi sebelum pekerjaan dilanjutkan

Jika dugaan ini benar, maka pengawasan patut dipertanyakan: Apakah lalai, atau justru “tutup mata”?

  Potensi Dampak Serius

Permasalahan ini bukan sekadar administrasi. Dampaknya nyata:

- Struktur bangunan berpotensi tidak sesuai standar keamanan

- Risiko jangka panjang terhadap siswa dan tenaga pengajar

- Dugaan kerugian negara jika material tidak sesuai kontrak

  Desakan Transparansi dan Audit

Temuan ini menjadi alarm keras bagi pihak terkait:

- Dinas Pendidikan

- Konsultan pengawas

- Aparat penegak hukum

Perlu dilakukan:

- Uji teknis independen

- Audit volume dan material

- Pemeriksaan menyeluruh proyek

  Penutup: Jangan Sampai Sekolah Jadi Korban

Pembangunan sekolah seharusnya menjamin masa depan, bukan menyisakan potensi masalah. Ketika spesifikasi diduga “dimainkan”, yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran—tapi keselamatan generasi penerus.

Patrolisidaknews,  akan terus mengawal dan membuka fakta.

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi semua pihak yang ingin memberikan penjelasan resmi.

Agus agro

Posting Komentar

0 Komentar