Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Gak Ada Obatnya ! Petani Desa Padamenak Gagal Panen ,OPT Virus Merah Tidak Terkendali

 


   Kuningan ( PatroliSidak News ) Harapan mendapat keuntungan dari padi yang sudah ditanam selama tiga bulan oleh para petani penggarap sawah Di Desa Padamenak akhirnya kandas. Harapan mendapat untung lebih dari menjual gabah sudah pada dua musim tanam ini hanya sebatas impian. Penyebabnya hama tanaman padi mulai tidak bisa dibasmi.

    " Bertanam padi saat ini jangankan untung , ada juga buntung , " ungkap Sardi (35 th) salah seorang petani penggarap. yang sedang memangkas batang rumpunan padi yang tidak berisi bulir butiran padi. " Hanya diambil jeraminya, nanti dijual ke yang punya ternak , buat makan ternak , uangnya lumayan buat beli Amor ( merk rokok , murah tetapi bercukai )" inisiatif Sardi untuk menutup pos belanja rokoknya.


   Tanpa diminta , Sardi bercerita , selain masalah hama , benih padi infari pembagian dari pemerintah yang ditebus 8500 per-kemasan 1 kg ini saat ditanam kurang bagus pertumbuhannya , lamban dan ' rundayan' (rampai ) butir padinyapun sedikit . Padahal cara dirinya bertani , jumlah pupuk dan jadwal untuk mengairi tanaman padi sama seperti kebiasaan . Jadi seharusnya hasil panennyapun tidak jauh berbeda dengan panen tahun- tahun sebelumnya.

    Keluhan senada diungkap Aja (56 th ) yang mengaku sudah puluhan tahun menggeluti usaha bertani. " Bertani , sebenarnya bukan pilihan , dulu waktu SMA , cita-cita saya pingin jadi bidan atau polwan , bukan perawat atau polisi , jadi saja tidak lolos seleksi. Terpaksa saya meneruskan profesi orang tua, bertani."

    Berpendapat soal gagal panen lahan padi miliknya , Aja- pun menyimpulkan, penyebabnya hama tanaman . 

 


  Akhirnya , bersama rekan seprofesi , mereka melaporkan kejadian kepada petugas penyuluh pertanian di UPTD Pertanian wilker Jalaksana soal lahan sawah garapannya yang habis diserang hama . Lewat pengamatan di lokasi , petugas menyimpulkan kalau OPT yang memberangus tanaman padi mereka adalah sejenis virus. Dan naasnya , virus ini tidak ada obatnya , tidak bisa dimusnahkan.Jadi tidak ada gerdal ( gerakan pengendalian ) .

    Dari 50 bata luas areal sawah padinya , Aja hanya mendapatkan 2 karung gabah basah, tidak sampai 1 kwintal.

    Petani lain , Udin ( 42th ) dari seratus bata tanaman padi varietas hybrida di sawahnya juga mengalami hal serupa, gagal panen. Padahal , untuk biaya mengolah, bertanam dan memelihara padi uangnya dimodali dulu dari pengepul ( bandar ) padi ( gabah ). Dimana saat panen tiba, pengepulpun akan segera tiba. perhitungan nya , pendapatan hasil panen dipotong hutang modal bertani. 

 


  " Kalau gagal panen begini , untuk membayar hutang modal tani dan untuk kebutuhan sehari-hari nanti , solusinya ya ke Bank Emok atau pegadaian, bukan ke Pak mentri pertanian " kelakar Udin dengan nada getir.Saat dikonfirmasi ke Dinas Pertanian Kuningan , menyoal serangan OPT dengan ciri penyerangan saat batang padi mulai berisi bakal butiran padi , Bidang Pengendali OPT dan brigade gardal sedang tidak ada di tempat.

     Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian , Rohendi menjelaskan , pola penyerangan OPT dengan karakter merusak batang padi saat mulai berisi , dan berakibat daun tanaman menjadi merah , tanaman padi kering dan mati , itu karena virus , bukan bakteri atau serangga. Dan saat sekarang belum ada racun pengendali untuk OPT jenis virus. " Solusinya, dengan tanam padi serempak, untuk memutus siklus hidup virus." terang Rohendi 

       Karena kasus gagal panen hanya di lahan persawahan di Desa Padamenak , diharapkan tidak menganggu hitungan surplus beras dan pencapaian program ketahanan pangan di Kuningan.

( didi s & m trisno )

Posting Komentar

0 Komentar