SUMEDANG, PatroliSidakNews – Proyek revitalisasi SD Negeri Batulawang, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, yang dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1.057.050.000, kini menuai sorotan. Berdasarkan hasil pantauan lapangan tim Patroli Sidak News, ditemukan sejumlah indikasi yang patut diduga sebagai pelanggaran teknis maupun kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Temuan Lapangan
Beberapa temuan yang berhasil dihimpun di lokasi proyek antara lain:
- Pekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) seperti helm proyek, sarung tangan, maupun sepatu safety.
- Penggunaan material besi tulangan berdiameter kecil, diduga hanya berkisar 6 mm dan 8 mm, yang menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian dengan spesifikasi teknis bangunan.
- Aktivitas konstruksi berlangsung di area terbuka tanpa pengamanan memadai, berpotensi membahayakan pekerja maupun lingkungan sekitar.
Analisa Dugaan Pelanggaran
Secara regulasi, setiap pekerjaan konstruksi wajib mengacu pada standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana diatur dalam berbagai ketentuan pemerintah. Tidak digunakannya APD oleh pekerja dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian pelaksana dalam menjamin keselamatan tenaga kerja.
Sementara itu, penggunaan besi tulangan dengan diameter relatif kecil juga memunculkan dugaan:
1. Tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau spesifikasi teknis.
2. Berpotensi menurunkan kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang.
3. Indikasi efisiensi material yang berlebihan atau dugaan pengurangan kualitas pekerjaan.
Namun demikian, untuk memastikan hal tersebut, diperlukan klarifikasi dari pihak pelaksana kegiatan, termasuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta pengawas teknis.
Tanggung Jawab Pelaksana
Berdasarkan papan proyek, kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan durasi 120 hari kalender. Sebagai pelaksana, P2SP memiliki tanggung jawab penuh terhadap:
1. Kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis
2. Penggunaan material sesuai standar
3. Penerapan K3 di lapangan
Desakan Transparansi
Masyarakat berharap adanya pengawasan ketat dari dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, agar proyek yang menyangkut fasilitas pendidikan ini tidak asal jadi.
Jika dugaan ini benar, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya audit teknis maupun investigasi lanjutan oleh aparat berwenang.
Penutup
Proyek revitalisasi sekolah seharusnya menjadi upaya meningkatkan kualitas pendidikan, bukan justru menyisakan potensi masalah baru. Patroli Sidak News akan terus mengawal perkembangan proyek ini dan membuka ruang konfirmasi bagi pihak-pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Agus agro

0 Komentar