Kuningan ( PatroliSidak News)
Konsep kepedulian umat dengan memberikan modal usaha kepada UMKM skala kecil yang digagas Baznas , patut diapresiasi, apalagi ditengah situasi ekonomi yang lagi sulit dimana perbankan mulai rame-rame mengurangi porsi kredit yang mereka kucurkan , maka inisiatif baznas memberikan kredit merupakan angin segar bagi pelaku usaha yang lagi butuh modal , apalagi kredit yang diberikan ini tanpa bunga tanpa agunan dan tanpa biaya administrasi .
Ketua Baznas RI Kuningan Yusron Kholid di teras Masjid Baiturrahman Desa Kadugede, Sabtu (15/8 ) sebelum acara resmi dimulai , kepada media menjelaskan , " Kredit Baznas Microfinance Mesjid ( BMM ) merupakan agenda Baznas RI di daerah , tujuannya yaitu memberi fasilitas kredit kepada para pelaku usaha yang berlokasi di sekitar mesjid . Skema-nya , kita ( Baznas ) memberikan uang ke DKM Mesjid untuk disalurkan ke para pelaku usaha. Untuk saat ini , ada 2 DKM yang menerima , yaitu DKM Baiturahman Desa Kadugede dan DKM Al-Kautsar Desa Paninggaran, masing-masing DKM 100 juta rupiah. DKM lah yang nanti mengelolanya , jadi uang itu tidak disetorkan lg ke Baznas , tapi dikelola DKM " Jelas Yusron .
Ditanya batas plafon pinjaman yang akan diberikan ke masing- masing pelaku usaha , Yusron menegaskan kalau itu kewenangan DKM, " Ada batas plafon pinjaman yaitu 3 juta , tetapi itupun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan modal usahanya. Harus ada klaster usaha . Dan karena ini kredit bergulir , maka semua pelaku usaha yang ada disekitar mesjid harus bisa memanfaatkan fasilitas kredit ini , bisa mengembangkan usahanya, begitu kata Yusron , " Untuk sekarang ada 96 penerima bantuan kredit , 62 orang warga Kadugede dan 34 warga Paninggaran ".
Bupati Kuningan , Dian Rahmat Yanuar , berharap , peluncuran Program Baznas Ultra dengan konsep Baznas Microfinance Masjid (BMM ) akan mendorong pemberdayaan ekonomi umat dengan mengurangi resiko pelaku usaha dari keterjeratan pada pinjaman online ( pinjol ) , Bank ' Emok ' dan rentenir berkedok koperasi akibat kesulitan mendapatkan tambahan modal usaha. " Biasanya ini pelaku usaha kecil , yang butuh modal tidak terlalu besar , mau mengajukan kredit ke bank , akses ke perbankannya susah, makanya menempuh cara gampang dengan pinjam ke pinjol , Bank Emok dan Koperasi Simpan Pinjam , yang akhirnya langkah itu menjerat kepada hutang yang berkepanjangan. Ini yang membuat saya prihatin " begitu kata Dian.
Sebagai informasi , selain BMM yang merupakan program layanan keuangan mikro tanpa agunan dan tanpa bunga ( qardul hasan ) Baznas pun lewat Baitul Mal wat Tamwil ( BMT) memberikan fasilitas kredit mikro syariah dengan skema bagi presentasi ( nisbah ) yang disepakati dari awal akad kredit . ( M.Trisno & dik oi )

0 Komentar