Kuningan,(Patrolisidaknews)
Soliditas antar wartawan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah dan independensi pers di tengah dinamika hubungan dengan birokrasi. Sejumlah tokoh pers mengingatkan agar insan media tidak mudah diadu domba oleh kepentingan tertentu, terutama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial seperti yang jadi perbincangan hangat di kalangan insan Pers terkait Statement sodikin mantan aktivis pergerakan asal codet jakarta timur di salah satu media online, yang mengatakan bahwa "orang - orang yang mengaku wartawan datang ke setiap lembaga pendidikan itu tolol dan oon". Menurut Maman selaku Ketua Satgas PRIC (Fastrespon Indonesia Center ) DPC Kabupaten Kuningan pernyataan tersebut Jelas mengundang banyak reaksi di kalangan insan Pers. "Pernyataan tersebut terkesan semua wartawan yang melakukan kegiatan jurnalisnya di lembaga pendidikan di sebut tolol dan oon".
Maman juga menegaskan bahwa perbedaan media, latar belakang organisasi, maupun gaya pemberitaan tidak boleh menjadi celah perpecahan antar insan Pers. Wartawan tetap memiliki tanggung jawab yang sama, yakni menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan perbedaan di antara wartawan untuk kepentingan tertentu. Yang merenggut kebebasan Pers dan Pers harus tetap solid dan profesional,” ujar Maman.
Menurutnya, birokrasi dan insan pers sejatinya memiliki hubungan kemitraan yang sehat. Pemerintah membutuhkan media sebagai sarana transparansi dan penyampaian informasi, sementara wartawan membutuhkan akses data yang terbuka untuk menyajikan berita yang faktual.
Namun demikian, ia mengingatkan agar hubungan tersebut tidak menghilangkan sikap kritis wartawan. Independensi harus tetap dijaga agar fungsi pengawasan berjalan sebagaimana mestinya.
Selain itu, para wartawan juga diimbau untuk meningkatkan kompetensi dan memahami kode etik jurnalistik, sehingga tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh isu-isu yang dapat memecah belah pers.
Soliditas, profesionalisme, dan integritas dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, diharapkan pers tetap menjadi pilar demokrasi yang kuat dan tidak mudah diadu domba oleh kepentingan birokrasi maupun pihak lainnya. (Anggi)

0 Komentar